Mengenal Obat Fitofarmaka, Obat Herbal dan Jamu

Jenis obat-obatan fitofarmaka, obat herbal terstandar (OHT) dan jamu adalah alternatif untuk mendukung ketersediaan obat-obatan nasional. Penggunaan obat jenis ini juga diharapkan dapat berperan dalam asuransi kesehatan nasional. Phytofarmaka adalah obat yang terbuat dari bahan-bahan alami dan terbukti secara ilmiah aman dan efektif dalam uji praklinis dan klinis. Bahan baku dan produk akhir juga terstandarisasi. Sebelumnya, Badan POM berencana untuk mempercepat pengembangan industri farmasi dan peralatan medis sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) No. 6 tahun 2016. Upaya ini kemudian direalisasikan oleh Badan POM melalui pembentukan satuan tugas nasional (Satgas). ) dalam percepatan pengembangan dan penggunaan herbal dan Fitofarmaka,

Dalam upaya ini, POM akan berkolaborasi dengan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan fitofamaka, jamu dan jamu di Indonesia. Selain itu, POM juga telah menerima dukungan dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Sementara itu, POM telah menandatangani MOU dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, seperti dilansir situs resmi kantor POM, untuk menciptakan sinergi antara kebijakan dan peraturan nasional selama proses penelitian, pengembangan, dan penggunaan ini. jenis obat. Kerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi adalah langkah pertama dalam pengembangan penggunaan phytopharmaceuticals, obat-obatan herbal terstandar, dan obat-obatan herbal.

Penelitian ini disinkronkan dengan kebijakan dan peraturan nasional mengenai penelitian, pengembangan dan penggunaan obat-obatan dan ilmu pengetahuan dan teknologi pangan. Hasil penelitian ini dapat dikomersialkan di masa depan. Selain itu, keberadaan Satuan Tugas Fitofarmaka dan Jamu akan menarik untuk akses ke investasi berbasis penelitian. Menurut POM, obat-obatan herbal dan herbal dengan pengembangan dan penggunaan obat fitofarmaka dapat menjadi obat dalam negeri. Ini sejalan dengan desakan pemerintah saat ini pada penelitian yang berpotensi menjadi produk, dengan pemotongan pajak untuk industri yang menggunakan hasil penelitian.

Leave a Reply